PT Jetour Sales Indonesia terus mematangkan strategi bisnisnya di pasar otomotif nasional. Memasuki tahun 2026, Jetour memastikan akan menghadirkan dua model baru untuk memperkuat posisinya di segmen SUV, yang selama ini menjadi fokus utama merek asal Tiongkok tersebut.
Kepastian ini disampaikan langsung pada ajang Gaikindo Jakarta Auto Week 2025 yang digelar di ICE BSD. Jetour menegaskan bahwa pendekatan produk mereka tidak sekadar mengikuti tren, melainkan menyesuaikan dengan kebutuhan dan karakter konsumen Indonesia.
Jetour T2 PHEV Jadi Andalan di 2026
Peluncuran Dijadwalkan Semester II
Salah satu model yang telah dikonfirmasi adalah Jetour T2 PHEV, versi elektrifikasi dari T2 yang sebelumnya telah dipasarkan dalam varian mesin bensin. Model ini dijadwalkan meluncur pada semester II tahun 2026 dengan estimasi harga sekitar Rp 838 juta.
Menurut Michael Budihardja, kehadiran T2 PHEV merupakan langkah strategis Jetour dalam menjawab kebutuhan konsumen SUV yang menginginkan efisiensi lebih baik tanpa mengorbankan performa.
PHEV Dinilai Paling Relevan untuk Pasar Indonesia
Jetour menilai teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) menawarkan keseimbangan ideal antara efisiensi bahan bakar, performa, dan fleksibilitas penggunaan. Kombinasi mesin bensin dan motor listrik memungkinkan konsumsi BBM lebih hemat, sekaligus tetap memberikan tenaga yang dibutuhkan untuk penggunaan harian maupun perjalanan jarak jauh.
“Banyak konsumen menganggap mobil bensin di kelas ini cenderung boros. Dengan PHEV, efisiensi meningkat tanpa mengorbankan tenaga,” jelas Michael.
Selain itu, mobil PHEV juga dinilai lebih praktis karena tidak sepenuhnya bergantung pada infrastruktur pengisian daya.
Mobil EV Jetour Masih dalam Tahap Penjajakan
Respons Awal Positif, Tapi Belum Prioritas
Secara global, Jetour sebenarnya telah memiliki lini kendaraan listrik murni atau Electric Vehicle (EV). Beberapa model seperti X20 dan X50 bahkan sempat diperkenalkan untuk melihat respons pasar Indonesia.
Namun demikian, Jetour Indonesia belum menjadikan EV sebagai prioritas utama untuk diluncurkan dalam waktu dekat.
“Desainnya menarik dan respons awal cukup positif, tetapi penerimaan pasar belum tentu sama. Situasinya berbeda dengan T2 yang langsung digemari konsumen,” ujar Michael.
EV Masih Dipengaruhi Kebijakan dan Infrastruktur
Jetour menilai pasar EV di Indonesia saat ini masih sangat dipengaruhi oleh subsidi dan kebijakan pemerintah. Di sisi lain, kesiapan infrastruktur serta pola penggunaan konsumen juga menjadi pertimbangan penting.
Karena itu, Jetour memilih fokus pada ICE dan PHEV yang dinilai lebih stabil dan relevan dengan kondisi pasar saat ini, sambil terus melakukan riset untuk kendaraan listrik murni.
Tidak Ada Mesin Diesel, Jetour Fokus ICE dan PHEV
Jetour juga memastikan bahwa mesin diesel tidak masuk dalam rencana produk mereka di Indonesia. Pilihan mesin bensin (ICE) dan PHEV dianggap sudah mampu memenuhi kebutuhan konsumen SUV di berbagai segmen.
Strategi ini sekaligus menegaskan positioning Jetour sebagai merek yang mengutamakan kenyamanan harian, efisiensi, serta kemampuan adventure ringan, tanpa harus terjebak dalam perang harga.
Ekspansi Jaringan Diler Jadi Fondasi Bisnis
Target 40 Diler Berstandar 4S
Selain menyiapkan produk baru, Jetour Indonesia juga memperkuat fondasi bisnis melalui perluasan jaringan diler. Pada 2026, perusahaan menargetkan memiliki 40 diler berstandar 4S (Sales, Service, Spare Part, dan Body Repair).
Langkah ini bertujuan memastikan layanan penjualan, servis, hingga purnajual dapat berjalan optimal di berbagai daerah.
Penguatan Ekosistem Merek Jetour
Moch Ranggy Radiansyah menegaskan bahwa ekspansi jaringan bukan sekadar menambah jumlah showroom, tetapi membangun ekosistem merek yang kuat.
“Ekosistem Jetour dibangun melalui kehadiran showroom yang solid. Dengan begitu, konsumen bisa merasakan langsung filosofi Travel+ dan mendapatkan layanan yang mereka butuhkan,” ujarnya.
Strategi Jetour di Tengah Persaingan SUV
Dengan menghadirkan dua model baru di 2026, Jetour menunjukkan strategi yang realistis dan terukur. Fokus pada SUV dengan teknologi ICE dan PHEV memungkinkan merek ini menjangkau konsumen yang menginginkan kendaraan tangguh, efisien, dan nyaman untuk penggunaan harian.
Pendekatan ini juga memberi waktu bagi Jetour untuk mempersiapkan EV secara lebih matang, menunggu momentum pasar yang benar-benar siap.
Ingin Beli Mobil Jetour? Kunjungi Dealer Resmi Bandung
Bagi Anda yang tertarik memiliki SUV Jetour, baik model yang sudah tersedia maupun yang akan datang, pembelian melalui dealer resmi adalah langkah terbaik.
👉 Kunjungi futuregenlive, pemesanan via WhatsApp: 0811-2999-987
Dapatkan informasi lengkap mengenai spesifikasi, promo terbaru, simulasi kredit, hingga jadwal test drive langsung dari tenaga penjual resmi.
Kesimpulan
Jetour Indonesia menatap 2026 dengan strategi yang jelas melalui kehadiran dua model baru, salah satunya Jetour T2 PHEV. Fokus pada ICE dan PHEV dinilai paling sesuai dengan kebutuhan pasar saat ini, sementara EV masih dalam tahap penjajakan. Dengan dukungan ekspansi jaringan diler, Jetour optimistis dapat memperkuat posisinya di segmen SUV Indonesia.
Sumber: otodriver.com



