Cara Jetour Ambil Langkah Panjang di Indonesia: Strategi, Komitmen, dan Peta Jalan 5 Tahun ke Depan

Pendahuluan: Brand Baru, Ambisi Besar

Industri otomotif Indonesia semakin ramai oleh kehadiran brand-brand baru, terutama dari Tiongkok. Salah satu yang paling mencuri perhatian dalam beberapa tahun terakhir adalah Jetour, sebuah merek yang terus memposisikan diri sebagai pemain dengan strategi matang. Meski baru memasuki pasar Indonesia pada akhir 2024, Jetour langsung menunjukkan keseriusan melalui kehadiran di berbagai pameran besar seperti GIIAS 2025, ekspansi dealer yang agresif, hingga roadmap bisnis jangka panjang.

Dalam masa awal operasinya, Jetour memang baru meraih pangsa pasar sekitar 0,1 persen, namun pihak perusahaan menegaskan bahwa angka bukanlah satu-satunya indikator yang mereka kejar. Fokus Jetour terletak pada fondasi kuat untuk 5 tahun ke depan, sesuatu yang jarang diperlihatkan oleh brand baru.

Visi Jangka Panjang Jetour di Indonesia

Komitmen Sejak Peluncuran

Marketing Director Jetour Motor Indonesia, Moch Ranggy Radiansyah, menegaskan bahwa kehadiran Jetour di Indonesia bukan sekadar “coba-coba.”

Jetour sudah menyiapkan roadmap lima tahun yang berisi rencana produk, investasi, hingga jaringan layanan. Artinya, sejak hari pertama peluncuran brand pada November 2024, Jetour sudah menentukan arah bisnis yang jelas.

Tidak Hanya Mengejar Angka Penjualan

Meski penjualan retail baru mencapai 199 unit hingga Juni 2025—menempatkan Jetour di posisi ke-33 merek terlaris—mereka tetap percaya diri. Jetour menilai bahwa pasar Indonesia sangat dinamis dan butuh adaptasi produk serta strategi yang berkelanjutan.

Kinerja Penjualan: Awal yang Proporsional untuk Brand Baru

Penjualan Retail dan Wholesales
  • Retail: 199 unit (pangsa pasar 0,1%)

  • Wholesales: 274 unit (pangsa pasar 0,1%)

  • Posisi nasional: urutan 31–33

Angka ini berasal dari dua model utama yang sudah dijual sejak awal 2025, yaitu Jetour Dashing dan Jetour X70, dua SUV yang memang dihadirkan untuk segmen keluarga dan pasar urban.

Produk Baru Segera Masuk

Di GIIAS 2025, Jetour memastikan bahwa mereka tidak berhenti pada dua model tersebut. Dalam waktu dekat, akan hadir:

  • Jetour T2 – SUV off-road premium

  • Jetour X50e – mobil listrik kompak

  • Jetour X20e – EV ramah kantong untuk anak muda

Penambahan lini produk ini adalah bagian dari strategi memperluas target pasar, dari keluarga hingga pengguna mobil listrik pemula.

Ekspansi Dealer: Dari 16 Menuju 30 Gerai

Hingga pertengahan 2025, Jetour telah membangun 16 dealer aktif. Namun, mereka menargetkan 30 dealer hingga akhir tahun.

Mengapa Ekspansi Dealer Penting?
  1. Meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap brand baru.

  2. Memudahkan layanan after-sales, termasuk servis dan sparepart.

  3. Menjadi bukti komitmen investasi jangka panjang di Indonesia.

Dengan jaringan dealer yang lebih luas, Jetour ingin mengejar ketertinggalan dari pesaing mapan sekaligus memperkuat ekosistem pengguna.

Produksi Lokal sebagai Tujuan Besar

Menghadirkan Harga Lebih Kompetitif

Salah satu rencana jangka panjang Jetour adalah memprioritaskan lokalisasi produksi. Jika terwujud, biaya produksi dapat ditekan sehingga harga jual bisa lebih bersaing.

Optimalisasi Supply Chain

Jetour terus mengawasi dinamika ekonomi Indonesia, termasuk perubahan perilaku konsumen yang kini lebih selektif dan sensitif terhadap harga. Oleh karena itu, merampingkan supply chain menjadi kunci untuk menekan biaya dan memastikan stabilitas harga.

Selain itu, Jetour menilai bahwa rasio kepemilikan kendaraan di Indonesia—hanya 99 mobil per 1.000 penduduk—menjadi peluang besar untuk tumbuh pesat.

Strategi Produk dan Pasar: Fokus pada Keinginan Konsumen

Menawarkan SUV Sebagai Prioritas

Pasar Indonesia sangat menggemari SUV, baik ukuran kompak maupun medium. Jetour memanfaatkan tren tersebut dengan menghadirkan model-model yang kuat secara desain, fitur, dan teknologi.

Mengembangkan Model Elektrifikasi

Dengan hadirnya X50e dan X20e, Jetour ikut memperkuat segmentasi mobil listrik yang kian berkembang. Ini menunjukkan bahwa Jetour tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga mempersiapkan masa depan industri otomotif.

Jetour Bukan Pemain Sementara

Dari roadmap lima tahun, ekspansi dealer, pengembangan produk baru, hingga rencana produksi lokal, Jetour menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar merek pendatang—tetapi calon pemain besar yang siap bersaing dalam jangka panjang.

Pasar Indonesia mungkin awalnya memberi tantangan, namun strategi Jetour terbilang agresif, terukur, dan visioner. Jika konsistensi terjaga, Jetour berpotensi naik kelas dalam waktu singkat.

Ingin Coba Jetour?

Jika kamu sedang mempertimbangkan membeli Jetour Dashing, X70, atau menunggu model baru seperti T2, kamu bisa langsung konsultasi atau test drive di:

👉 Jetour Bandung
Kunjungi: https://futuregenlive.com/

📞 WA Konsultan Resmi Jetour Bandung:
http://wa.me/628112999987
Dapatkan promo, unit ready, dan penawaran terbaik langsung dari tim profesional.

Sumber: cnnindonesia.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *