Daya Beli Melemah, Kredit Mobil Bekas Mulai Bermasalah di Tengah Ekonomi Lesu

Kondisi ekonomi yang tidak stabil menyebabkan banyak masyarakat mulai kesulitan membayar cicilan kendaraan bermotor, terutama mobil bekas. Hal ini tercermin dari meningkatnya rasio kredit macet atau non-performing financing (NPF) di sejumlah perusahaan pembiayaan.

Tren Kredit Macet Naik, Daya Beli Lesu

PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) melaporkan adanya peningkatan rasio NPF untuk pembiayaan mobil bekas hingga Juli 2025. Rasio tersebut berada di angka 1,47 persen, naik dari 1,37 persen pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

Presiden Direktur CNAF, Ristiawan Suherman, mengatakan bahwa ketidakstabilan ekonomi makro menjadi penyebab utama menurunnya kemampuan bayar nasabah.

“Kondisi ketidakstabilan makro ekonomi berimbas ke berbagai hal, salah satunya kepada kemampuan bayar nasabah,” jelasnya kepada Kompas.com.

Dampak Ekonomi Terhadap Industri Pembiayaan

Naiknya rasio kredit macet turut membebani industri multifinance secara keseluruhan. Nasabah yang tidak mampu melanjutkan pembayaran akan berujung pada penarikan unit kendaraan, yang memperburuk rasio NPF.

Meski begitu, CNAF masih mampu menjaga NPF total di angka 1,48 persen, lebih baik dibandingkan rata-rata industri pembiayaan yang mencapai 2,57 persen pada Mei 2025.

Strategi Mitigasi Kredit Bermasalah

Untuk menjaga portofolio tetap sehat, CNAF melakukan pendekatan selektif dalam menilai calon nasabah. Langkah mitigasi yang dilakukan antara lain:

  • Menggunakan sistem skoring dan verifikasi yang lebih ketat

  • Mengurangi pembiayaan pada segmen risiko tinggi

“Mitigasi ini dilakukan agar kualitas portofolio CNAF tetap sehat,” ujar Ristiawan.

Pembiayaan Masih Tumbuh Meski Ekonomi Melemah

Di tengah tantangan ekonomi, CNAF masih mencatat pertumbuhan pembiayaan. Sepanjang semester I-2025, total pembiayaan baru mencapai Rp 5,19 triliun, naik 12 persen dibandingkan semester I-2024.

Meski pertumbuhan melambat 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, CNAF tetap mampu mempertahankan kinerja positif.

Penutup:

Kondisi ekonomi yang tidak stabil mendorong multifinance untuk lebih berhati-hati dalam memberikan kredit. Di sisi lain, masyarakat yang kesulitan membayar cicilan bisa memicu krisis baru jika tren ini berlanjut.

Pesan ke WA : 0811-2999-987

Sumber : kompas.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *