Ketimpangan Kinerja Jetour di Pasar Global dan Indonesia
Di panggung otomotif dunia, Jetour tampil sebagai pendatang baru yang melesat cepat. Sepanjang tahun buku 2025, merek yang berada di bawah naungan Chery Group ini mencatatkan penjualan global 622.590 unit, tumbuh 9,5 persen year-on-year. Angka tersebut menegaskan posisi Jetour sebagai salah satu merek otomotif dengan pertumbuhan tercepat dalam satu dekade terakhir.
Namun, kontras tajam terlihat ketika menengok pasar Indonesia. Hingga November 2025, penjualan retail Jetour di Tanah Air baru mencapai 664 unit. Angka ini bahkan belum menyentuh seribu unit, menunjukkan bahwa perjalanan Jetour di Indonesia masih berada pada fase awal pencarian pijakan.
Rekor Global: 2,15 Juta Unit dalam Waktu Singkat
Dalam kurun waktu hanya tujuh tahun sejak berdiri, Jetour telah membukukan penjualan kumulatif lebih dari 2,15 juta unit secara global. Pencapaian ini diklaim sebagai rekor tersendiri di industri otomotif dunia, menjadikan Jetour satu-satunya merek yang mampu menembus tonggak tersebut dalam waktu relatif singkat.
Keberhasilan ini tidak datang secara kebetulan. Jetour memanfaatkan momentum kebangkitan merek-merek China di pasar global dengan menawarkan kombinasi desain atraktif, fitur melimpah, dan positioning harga yang agresif di segmen SUV.
Timur Tengah, Lumbung Emas Jetour
Dominasi di Segmen SUV
Kawasan Timur Tengah menjadi kontributor terbesar dalam pertumbuhan Jetour. Sepanjang 2025, penjualan di wilayah ini melonjak lebih dari 80 persen dengan volume melebihi 70.000 unit. Jetour kini menguasai 8,45 persen pangsa pasar SUV di kawasan tersebut, menempatkannya di peringkat tiga besar secara keseluruhan dan nomor satu di antara merek mobil asal China.
Seri T Jadi Tulang Punggung
Keberhasilan tersebut ditopang oleh Light Off-road Seri T, khususnya T1 dan T2. Kedua model ini mendominasi segmennya di pasar-pasar strategis seperti Uni Emirat Arab, Qatar, dan Kuwait.
Desain kotak maskulin, kemampuan off-road ringan, serta citra petualangan menjadi daya tarik utama seri ini di kawasan gurun yang identik dengan SUV berkarakter tangguh.
Efek Selebritas: G700 dan Mo Farah
Citra global Jetour semakin mengilap setelah peluncuran model premium G700 di UEA pada November 2025. Mobil ini langsung mencuri perhatian publik setelah dimiliki oleh Mo Farah, juara maraton Olimpiade dunia. Kehadiran figur global tersebut memperkuat persepsi Jetour sebagai merek yang tidak lagi sekadar “mobil China murah”, melainkan simbol gaya hidup modern dan berkelas.
Realitas Pasar Indonesia: Masih Tahap Babat Alas
Penjualan Masih Moderat
Berbanding terbalik dengan kesuksesan global, Jetour Indonesia masih berada pada tahap awal penetrasi pasar. Target penjualan 2025 dipatok realistis di 780 unit, dan hingga November baru tercapai 664 unit. Kontributor utama berasal dari model Dashing dan X70 Plus yang lebih dulu diperkenalkan.
GJAW 2025 dan Harapan Baru T2
Optimisme mulai tumbuh menjelang akhir tahun melalui ajang GAIKINDO Jakarta Auto Week (GJAW) 2025. Di sinilah Jetour T2 diperkenalkan secara resmi ke publik Indonesia dengan harga khusus Rp568 jutaan untuk 1.000 pembeli pertama.
Strategi harga psikologis ini diharapkan menciptakan efek “halo”, yaitu menarik perhatian besar pada T2 sekaligus mendongkrak brand awareness model lain seperti Dashing dan X70 Plus.
Strategi Travel+ dan Pemasaran Emosional
Kesuksesan Jetour tidak lepas dari strategi “Travel+”, sebuah pendekatan pemasaran yang menjual gaya hidup, bukan sekadar kendaraan. Jetour aktif membangun koneksi emosional lintas budaya melalui kolaborasi global, seperti kerja sama dengan musisi elektronik dunia Alan Walker pada 2025, serta kemitraan dengan klub sepak bola legendaris Afrika, Al Ahly.
Filosofi produknya pun jelas:
-
T2 merepresentasikan kebebasan dan petualangan
-
T1 melambangkan kemandirian urban
Pendekatan ini terbukti efektif di pasar global.
Fondasi Sistemik dan Tantangan 2026
Secara global, Jetour telah beroperasi di lebih dari 100 negara dengan jaringan 2.000 outlet penjualan dan layanan. Di Timur Tengah, mereka bahkan membangun gudang suku cadang 12.000 m² untuk menjamin ketersediaan spare parts hingga 95 persen pada 2026.
Memasuki 2026, Jetour juga bersiap meluncurkan varian PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) untuk T2. Bagi Indonesia, tahun depan akan menjadi ujian sesungguhnya: apakah reputasi global Jetour mampu dikonversi menjadi penjualan signifikan, atau tetap menjadi pemain niche di tengah ketatnya persaingan SUV.
Saat Tepat Mengenal dan Memiliki Jetour
Dengan kombinasi desain kuat, fitur modern, dan reputasi global yang terus menanjak, Jetour berpotensi menjadi alternatif menarik di pasar SUV Indonesia.
👉 Jika Anda tertarik membeli mobil Jetour, kunjungi Jetour Bandung atau hubungi WhatsApp 0811-2999-987 untuk informasi promo, test drive, dan penawaran terbaik.
Sumber: hotomotif.sindonews.com



