Kecelakaan Tol Semarang-Solo: Sopir Diduga Mengantuk, 1 Tewas dan 6 Terluka

Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di ruas Tol Semarang-Solo pada Minggu, 20 Juli 2025. Sebuah mobil keluarga yang tengah dalam perjalanan dari Semarang menuju Karanganyar mengalami kecelakaan tunggal di Desa Koripan, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Satu penumpang dilaporkan meninggal dunia, sementara enam lainnya luka-luka, termasuk dua anak-anak. Tragedi ini kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan dan kondisi prima saat mengemudi, terutama di jalan tol.

Kronologi Kejadian

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 13.00 WIB, ketika mobil bernomor polisi AD 1309 CZ melaju dari arah Semarang ke Solo. Mobil tersebut ditumpangi satu keluarga dari Jaten, Karanganyar. Saat melintas di KM 465 Jalur A Tol Semarang-Solo, kendaraan diduga oleng dan keluar jalur hingga masuk ke dalam parit di area persawahan dengan kedalaman sekitar 10 meter.

Kasat Lantas Polres Semarang, AKP Lingga Ramadhani, menjelaskan bahwa pengemudi atas nama Dito Prasetyo Nugroho (32) kemungkinan besar mengantuk sehingga kehilangan konsentrasi. Akibatnya, mobil tidak terkendali dan menabrak bagian pembatas jalan sebelum akhirnya terguling dan masuk ke sawah.

Korban dan Kondisi Mobil

Korban meninggal dunia diketahui bernama Budi Retno Wati (52), yang mengalami luka berat di bagian kepala. Sementara sopir dan lima penumpang lainnya, termasuk dua anak-anak, mengalami luka-luka dengan tingkat cedera yang bervariasi. Mereka langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Mobil yang digunakan mengalami kerusakan parah pada bagian depan hingga belakang. Bagian atap terlihat penyok, dan kaca-kaca pecah akibat benturan keras saat terjun dari jalan tol menuju area persawahan milik warga.

Keterangan Saksi dan Penanganan di Lokasi

Jumali, seorang warga setempat yang menjadi saksi mata, mengatakan bahwa ia mendengar suara benturan keras sebelum melihat mobil terjun ke sawah. “Tadi itu ada suara kaya benturan kencang, terus saya noleh ternyata ada mobil masuk ke sawah,” ujarnya.

Tim kepolisian dan petugas tol segera tiba di lokasi untuk mengevakuasi para korban serta mengamankan kendaraan. Proses evakuasi berlangsung cukup lama karena medan yang sulit dijangkau oleh kendaraan derek.

Faktor Kelelahan Pengemudi Masih Jadi Ancaman

Kasus ini mempertegas bahwa kelelahan dan kantuk saat berkendara masih menjadi penyebab utama kecelakaan lalu lintas di Indonesia. Berdasarkan data dari Kementerian Perhubungan, sekitar 40% kecelakaan tunggal di jalan tol terjadi akibat sopir yang mengantuk atau kehilangan konsentrasi.

Hal ini menandakan perlunya edukasi lebih lanjut kepada masyarakat mengenai pentingnya istirahat cukup sebelum melakukan perjalanan jarak jauh, terutama saat membawa penumpang dalam jumlah banyak.

Langkah Pencegahan dan Imbauan Kepolisian

Polisi mengimbau para pengemudi untuk tidak memaksakan diri berkendara saat merasa lelah atau mengantuk. Penggunaan fitur keselamatan seperti lane keeping assist, cruise control, dan sistem peringatan kantuk yang sudah tersedia di banyak kendaraan modern juga dapat membantu mencegah kecelakaan serupa.

Selain itu, pengemudi juga disarankan untuk rutin berhenti di rest area setiap dua jam sekali untuk beristirahat. Apabila merasakan kantuk yang tidak tertahankan, sebaiknya tidak melanjutkan perjalanan demi keselamatan diri dan penumpang.

Penutup

Kecelakaan tol Semarang-Solo yang merenggut nyawa dan melukai banyak orang ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan berkendara. Jangan anggap remeh rasa kantuk dan kelelahan saat mengemudi. Satu detik kehilangan konsentrasi bisa berujung pada tragedi. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pengendara agar lebih waspada dan mengutamakan keselamatan dalam setiap perjalanan.

Pesan ke WA : 0811-2999-987

Sumber : Kompascom

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *